Hal Buruk yang Bisa Terjadi Jika Kamu Malas Bergerak

Gaya gidup yang menjamur di kehidupan pekerja masa kini menyebabkan orang tidak bergerak secara aktif, sistem kerja jarak jauh mengurangi intensitas gerak tubuh yang berisiko buruk bagi kesehatan, data dari badan kesehatan dunia atau WHO menyebutkan, bahwa lebih dari 80% orang dewasa di dunia kurang aktif bergerak.

Terdengar sepele namun faktanya tubuh akan merespon buruk hal tersebut. Berikut adalah berbagai gangguan kesehatan akibat kurang gerak.

Ilustrasi malas gerak. Foto: Halodoc.

1. Tritis arthritis
Merupakan radang pada persendian tubuh dengan gejala sendi, bengkak, nyeri, dan kaku, sehingga sulit digerakkan, salah satu faktor resikonya adalah kurang gerak, kerja di depan komputer menyebabkan tubuh minim bergerak.

Selain itu minim bergerak membuat pengapuran sendi meningkat, padahal sendi harus menopang tubuh lebih berat lagi. Bagi kamu yang bekerja dengan intensitas sedikit, kamu bisa menambahnya dengan latihan ringan yang tidak menyakiti sendi.

2. Penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskuler meliputi gangguan pada jantung dan pembuluh darah, kebiasaan minim bergerak dapat memicu penyakit arteri koroner, hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

Waktu luang yang diisi dengan aktivitas fisik tinggi, menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler sebanyak 20 hingga 30% dibandingkan mereka yang beraktifitas rendah.

Saat beraktivitas jantung akan memompa darah lebih banyak dan mengalirkan ke seluruh tubuh dengan lebih baik. Selain itu kalori dan lemak itu terbakar sehingga dapat mengontrol berat badan dan kolesterol dalam tubuh.

3. Obesitas
Tubuh manusia membutuhkan asupan 2000 hingga 2500 kalori untuk tubuh ideal, jika kalori yang diterima tubuh berlebih, maka sistemnya akan disimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan makanan.

Jika kamu malas gerak, tubuh tentunya tidak akan memproses energi dari makanan, sedangkan lemak tubuh semakin banyak dan menyebabkan berat badan naik. Dengan meningkatkan intensitas gerak tubuh dapat membantu menurunkan berat badan.

4. Diabetes melitus tipe 2
Ketika tubuh malas bergerak, glukosa dalam darah tidak akan menjadi energi, sehingga keadaan dalam darah akan meningkat, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu jangka panjang akan menyebabkan resistensi insulin, inilah yang menjadi pemicu utama diabetes melitus tipe 2.

Aktivitas fisik yang cukup dapat mengontrol dan mencegah resistensi insulin, aktivitas aerobik dan latihan kekuatan otot dapat meningkatkan kerja insulin, serta mengontrol kadar gula darah.

Aktivitas fisik yang cukup seperti latihan ringan juga sangat dianjurkan bagi penderita diabetes melitus tipe 2 ,namun sebelum memenuhi program latihan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Article by

#Hal #Buruk #yang #Bisa #Terjadi #Jika #Kamu #Malas #Bergerak
Source : lifestyle.haluan.co

Share